PENGETAHUAN KADER TENTANG SWAMEDIKASI OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS

Ditulis Oleh | Kamis, 02 Agustus 2018 00:41 | Dibaca : 80 Kali | Terakhir Diperbaharui : Kamis, 02 Agustus 2018 00:48
Sosialisasi Swamedikasi Kader Kesehatan Puskesmas Sikumana Sosialisasi Swamedikasi Kader Kesehatan Puskesmas Sikumana

Pada tanggal 20 April 2018, bertempat di ruang gedung Puskesmas Sikumana, para kader kesehatan berkesempatan memperoleh informasi penting berkenaan dengan masalah swamedikasi.


Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam swamedikasi obat khususnya obat bebas dan bebas terbatas.

Swamedikasi adalah Upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Secara sederhana, dapat dijelaskan bahwa swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter.

Mengapa kader kesehatan perlu mendapatkan informasi mengenai swamedikasi? karena Kader kesehatan merupakan kelompok yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat sehingga mempunyai kedudukan yang sangat strategis dan sarana yang efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan yang berhubungan dengan masalah kesehatan baik di posyandu maupun di lingkungan sekitarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama hampir 3 jam tersebut di pandu oleh Agustina Juliana Ledoh,S.Si, Apt dan di bantu oleh tenaga tekhnis kefarmasian Puskesmas Sikumana. Pemandu memberikan materi menggunakan metode CBIA atau Cara Belajar Insan Aktif. Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan untuk swamedikasi.   Metode ini merupakan metode pembelajaran untuk para kader kesehatan agar mencari informasi mengenai obat yang digunakan oleh keluarga. Informasi tersebut berguna bagi para kader kesehatan antara lain agar mampu mempertimbangkan promosi iklan obat di pasaran dan mengelola obat di rumah tangga secara benar. Sumber informasi yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin adalah sumber informasi pada kemasan obat dan brosur obat atau packageinsert, dimana jenis informasi ini relatif dapat dipercaya  dengan metode ini para kader juga diajak langsung mengamati kemasan obat bebas dan bebas terbatas .

Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) merupakan metode penyampaian informasi obat dengan melibatkan subjek secara aktif yaitu mendengar, melihat, menulis, dan melakukan evaluasi tentang pengenalan jenis obat dan bahan aktif yang dikandung, serta informasi lain seperti indikasi, kontraindikasi, dan efek samping

Pemberian materi terkait informasi obat, meliputi penggolongan obat, efek samping obat, cara penyimpanan obat yang benar, obat rusak dan kadaluarsa, cara pembuangan obat dan konta indikasi obat. Peserta dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang dan dipilih 1 orang yang ditunjuk sebagai ketua. Kepada kelompok kecil ini kemudian satu paket obat kepada tiap-tiap kelompok. Satu paket obat terdiri dari Biogesic, Konidin dan Paramex Flu & Batuk. Tiap-tiap kelompok diminta untuk mengelompokkan masing-masing obat lalu mengisinya pada lembar diskusi terkait informasi obat.

Kegiatan ini mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari para kader kesehatan, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan keseriusan para kader dalam melewati tahap demi tahap kegiatan tersebut. Kedepan semoga para kader bisa menjadi ujung tombak perpanjangan tangan pemerintah  dalam mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal. (Indah Ningtyas)

#Salam Swamedikasi

Adrianus Topu

Admin Website. TIM SIK Puskesmas Sikumana. Perawat di Puskesmas Sikumana sejak Tahun 2006.

pusksmn.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.